Dosen STAI As-Sunnah Terjun Menjadi Relawan Banjir Aceh Tamiang: Observasi Lapangan Ungkap Kerusakan Parah dan Kebutuhan Mendesak Warga
Deli Serdang, 06 Desember 2025, Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) As-Sunnah kembali menunjukkan komitmennya terhadap pengabdian masyarakat melalui kehadiran langsung sivitas akademika dalam penanganan bencana banjir yang melanda Kabupaten Aceh Tamiang.
Salah satu dosen sekaligus Ketua Program Studi Hukum Ekonomi Syariah (HES), Andri Rivai, M.E., ikut terjun sebagai relawan dan melakukan observasi lapangan untuk melihat secara langsung kondisi warga dan tingkat kerusakan di wilayah terdampak.
Bersama tim relawan gabungan, Andri Rivai membantu proses distribusi logistik, evakuasi warga, hingga memberikan pendampingan kepada masyarakat yang mengungsi. Peran aktif ini menjadi bentuk nyata implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya di bidang pengabdian kepada masyarakat, yang selama ini terus digalakkan oleh STAI As-Sunnah.
Temuan Lapangan: Kerusakan Parah dan Pemulihan yang Panjang
Dari hasil observasi yang dilakukan di beberapa wilayah seperti Kecamatan Manyak Payed, Kecamatan Karang Baru, hingga pusat kota Kuala Simpang, Andri Rivai melaporkan bahwa tingkat kerusakan akibat banjir sangat parah dan meluas. Kondisi ini, menurutnya, menunjukkan bahwa proses recovery tidak bisa dilakukan dalam waktu singkat, bahkan berpotensi membutuhkan waktu panjang untuk kembali normal.
Sebagian besar rumah warga yang terdampak—terutama rumah satu lantai—mengalami kerusakan serius akibat lumpur tebal yang tertinggal setelah air surut. Banyak rumah berada di posisi lebih rendah dari jalan, sehingga lumpur mengendap dan tidak bisa keluar dengan sendirinya. Walaupun badan jalan utama sudah mulai dibersihkan, rumah-rumah warga masih menyimpan lapisan lumpur yang tebal dan sulit dibersihkan tanpa bantuan air bersih dalam jumlah besar.
“Di beberapa lokasi, hampir 99% rumah warga terendam lumpur sisa banjir. Lumpur yang mengendap ini bukan hanya mengotori, tapi juga merusak perabotan, dinding rumah, serta menimbulkan bau tidak sedap. Banyak warga yang benar-benar tidak tahu harus memulai dari mana,” ungkap Andri Rivai dalam laporan lapangannya.
Kebutuhan Mendesak: Makanan Pokok, Air Bersih, dan Akses Jalan
Selain kondisi rumah yang rusak, kebutuhan dasar warga juga sangat mendesak. Pasokan dari dalam daerah hampir tidak mungkin diperoleh karena toko grosir dan warung juga ikut rusak dan kehilangan stok mereka. Dengan demikian, kebutuhan pangan seperti beras, mie instan, air minum kemasan, hingga perlengkapan bayi harus dipasok penuh dari luar wilayah.
Andri Rivai menambahkan bahwa banyak wilayah yang masih terisolasi. Akses bantuan baru mulai terbuka pada hari Selasa, setelah sebagian jalan bisa dilalui. Namun, bantuan masih terkonsentrasi di jalan raya utama. Warga yang tinggal di gang kecil, ujung desa, serta area jauh dari pusat kecamatan sangat mungkin belum menerima bantuan apa pun.
“Kami menemukan beberapa titik desa yang belum tersentuh bantuan. Jalan menuju lokasi masih tertutup lumpur, bahkan beberapa jembatan mengalami kerusakan. Untuk menjangkau wilayah seperti ini, diperlukan kendaraan 4×4, perahu karet, atau alat berat,” jelasnya.
STAI As-Sunnah Dorong Peran Aktif Sivitas Akademika
Wakil I bidang Akademik STAI As-Sunnah, Ahmad Affandi, M.Pd., mengapresiasi langkah cepat dan kontribusi nyata yang dilakukan dosennya. Beliau menegaskan bahwa STAI As-Sunnah tidak hanya berkomitmen dalam pengembangan ilmu di ruang kelas, namun juga menanamkan nilai kemanusiaan dan kepedulian sosial kepada dosen serta mahasiswa.
“Saya mengapresiasi rekan-rekan dosen yg turut serta memberikan dukungan dan bantuan kepada saudara-saudara kita yg terdampak banjir di Aceh Tamiang. Kegiatan ini menjadi wujud nyata kepedulian bahwa dosen sebagai representasi dari institusi pendidikan hadir bersama masyarakat. Terlebih juga kita memiliki sejumlah mahasiswa yg berasal dari Aceh Tamiang. Semoga langkah ini menjadi awal dari kontribusi berkelanjutan dan membawa manfaat yang seluas-luasnya bagi warga terdampak. Terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berpartisipasi.” ujarnya.
Harapan ke Depan
Melalui kegiatan relawan dan observasi lapangan ini, STAI As-Sunnah berharap dapat memperkuat sinergi dengan lembaga kemanusiaan serta membangun mekanisme pengabdian masyarakat yang lebih responsif, terstruktur, dan berkelanjutan. Laporan Observasi yang dilakukan oleh Andri Rivai juga diharapkan menjadi bahan acuan bagi berbagai pihak dalam merancang bantuan yang lebih tepat sasaran.
STAI As-Sunnah terus mengajak para relawan, donatur, dan lembaga kemanusiaan untuk bersama-sama mendukung pemulihan Aceh Tamiang, terutama pada wilayah yang belum tersentuh bantuan dan membutuhkan perhatian khusus.
Dengan hadirnya dosen STAI As-Sunnah di tengah masyarakat terdampak banjir, kampus ini tidak hanya memberikan pendidikan, tetapi juga mencerminkan nilai empati dan solidaritas yang menjadi bagian penting dalam misi kelembagaannya.

ماشاء الله
Semoga kampus assunah selalu Istiqomah dan selalu terdepan dalam mengimplementasikan Tri dharma kampus
Allahumma aamiin. terimakasih doanya pak ustad.